Sabtu, 29 Mei 2010

Analisis Kontrastif & Analisis Kesalahan Berbahasa

1. Analisis Kontrastif dan Analisis Kesalahan Berbahasa
A. Analisis Kontrastif (Anakon)
Analisis kontrastif adalah analisa yang digunakan dalam mencari suatu perbedaan yang sering membuat pembelajar bahasa kedua mengalami kesulitan dalam memahami suatu materi bahasa. Aspek analisis kontrastif ada dua, yakni, aspek linguistik dan aspek psikologi (teori belajar).
1) Aspek linguistik adalah berkaitan dengan pemerian bahasa dalam rangka memperbandingkan dua bahasa. Tataran linguistik yang digarap dalam anakon belum merata. Tataran linguistik yang sering digarap dalam anakon antara lain:
a. Bidang fonologi
Bidang ini merupakan bidang yang paling banyak dperbandingkan. Alasannya bahwa peranan aksen bahasa itu sangat besar terhadap B2. Pembanding harus membandingkan bunyi-bunyi segmental dan suprasegmental B1 dan B2, bunyi-bunyi vokoid dan kotoid, bunyi diftong, fonem vokal dan kosonan, alofon yang mungkin terjadi, dan fonotaktik B1 dan B2.
b. Bidang sintaksis
Pembanding dapat membandingkan ciri-ciri pengembangan frase B1 dan B2, pola dasar kalimat B1 dan B2, ciri-ciri kalimat tanya dan perintah, ciri penggabungan kalimat, dan semua yang berhubungan dengan analisis sintaksis secara mikro sebuah bahasa.
2) Aspek psikologi berkaitan dengan perbedaan struktur bahasa pertama dan bahasa kedua yang akan dipelajari siswa diprediksikan kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa yang mungkin dihadapi oleh siswa dalam belajar bahasa kedua. Dasar aspek psikologi dalam analisis kontastif yaitu asosiasionisme dan teori stimulus-respon.
Asiosianisme dapat dibagi menjadi:
a) Asosiasi kontak atau asosiasi hubungan yaitu apabila seseorang mendengar suatu kata maka yang bersangkutan teringat atau terpikir kepada kata yang sering digunakan bersama-sama atau berpasangan dengan kata yang didengar.
Contoh:
• ketika seseorang mendengar kata sendok, maka ia akan teringat pada garpu.
• ketika seseorang mendengar kata kopi, maka ia akan teringat pada susu.
b) Asosiasi kesamaan yaitu apabila seseorang mendengar suatu kata, maka yang bersangkutan segera teringat kata yang bersinonim dengan kata tersebut .
Contoh:
• pintar – pandai
• mati – meninggal.
c) Asosiasi kontras yaitu apabila seseorang mendengar kata atas, maka yang bersangkutan segera teringat atau terpikir kata bawah karena kedua kata itu mempunyai makna yang berlawanan.
Contoh:
• susah – senang
• rajin – malas.
Stimulus responsi, reaksi yang ditimbulkan antara stimulus dan respon atau kebiasaan. Kalau stimulus berlangsung secara tetap maka responsi pun terlatih dan diarahkan tetap. Stimulus adalah suatu rangsangan atau aksi yang menuntut suatu tindakan atau reaksi pada seseorang atau organisme. Responsi adalah perilaku yang timbul sebagai reaksi seseorang terhadap suatu aksi atau stimulus. Penguatan adalah suatu stimulus baru yang mengikuti terjadinya suatu responsi. Stimulus baru dapat membuat responsi yang telah terjadi berulang terjadi lagi atau tidak terjadi. Penguatan yang menunjang suatu responsi berulang kembali disebut sebagai penguatan positif dan sebaliknya.
B. Analisis Kesalahan Berbahasa (Anakes)
Analisis kesalahan berbahasa adalah suatu cara atau langkah kerja yang biasa digunakan oleh peneliti atau guru bahasa untuk mengumpulkan data, mengidentifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, mengklasifikasikan kesalahan dan mengevaluasi taraf keseriusan kesalahan berbahasa.
Aspek dalam kajian analisis kesalahan berbahasa antara lain:
a. Interferensi
Interferensi ialah pengaruh bahasa ibu (B2) terhadap bahasa baru yang sedang dipelajari (B2).
Contohnya orang Dayak Ma’anyan tidak mengenal fonem /o/ sehingga dalam bahasa Indonesia sering terjadi kesalahan fonem /o/ diucapkan /u/.
b. Dwibahasa
Dwibahasa ialah adanya proses saling mempengaruhi antara B1 dan B2 orang menggunakan/menguasai dua bahasa atau lebih.
Contoh, bahasa Sunda dan bahasa Indonesia (supir, bahasa Sunda) (sopir, bahasa Indonesia).
c. Kesahan bahasa
Kesahan bahasa adalah transfer negatif yang menyebabkan timbulnya kesulitan dalam pengajaran B2 akibat dari sistem yang digunakan berlainan dalam penyampaiannya.

0 komentar:


Cari Blog Ini

My Area | Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all